Gandeng Pemkot Pangkalpinang, Koloni Babel Sinergi Siap Sulap Hutan Kota Tuatunu Jadi Pusat Eduwisata Lebah dan Konservasi
- account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
- calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
- visibility 70
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANGKALPINANG, KABAR KABARIN.COM — Kawasan Hutan Kota atau Kebun Raya Tuatunu berpeluang besar mengalami transformasi fungsi yang lebih berdampak bagi masyarakat. Komunitas Koloni Babel Sinergi menyambangi Balai Kota untuk melakukan audiensi langsung dengan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin. Pertemuan tersebut membahas rencana strategis pengoptimalan kawasan hijau tersebut menjadi KELEKAK Eduwisata Hutan dan Lebah Tuatunu.
Gagasan ini berfokus pada pengolahan ruang terbuka hijau agar tidak hanya sekadar menjadi area resapan air atau taman kota biasa. Lebih dari itu, kawasan ini ditargetkan mampu memadukan tiga elemen utama: edukasi lingkungan, pelestarian keanekaragaman hayati (konservasi), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Ketua Koloni Babel Sinergi, Widi Prayogo, menjelaskan bahwa konsep eduwisata ini dirancang khusus sebagai sarana pembelajaran publik—terutama bagi kalangan pelajar dan generasi muda—untuk mengenali ekosistem hutan sekaligus mempelajari teknik budidaya lebah secara berkelanjutan.
Pemilihan nama KELEKAK bukan sekadar label, melainkan bentuk komitmen untuk merawat kearifan lokal Bangka. Dalam kebudayaan masyarakat setempat, keleka atau kelekak merujuk pada kebun buah atau kebun keanekaragaman hayati yang dikelola bersama secara turun-temurun.
Melalui pendekatan ini, Koloni Babel Sinergi ingin menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal tersebut ke dalam wadah modern berbasis edukasi dan pariwisata.
”Kami baru saja merampungkan audiensi bersama Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin. Fokus utamanya adalah memaparkan potensi Hutan Kota atau Kebun Raya Tuatunu agar dimaksimalkan menjadi KELEKAK Eduwisata Hutan dan Lebah,” ujar Widi seusai pertemuan di rumah dinas Walikota pangkalpinang, rabu malam (23/9/2026).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, akademisi, dan warga lokal menjadi kunci utama agar kawasan ini mampu menghasilkan manfaat ekonomi tanpa merusak fungsi ekologisnya.
Audiensi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang ini menjadi langkah awal dari rangkaian proses panjang yang akan ditempuh. Ke depan, Pemkot Pangkalpinang bersama Koloni Babel Sinergi dijadwalkan menggelar pertemuan teknis lanjutan.
Pembahasan mendatang bakal menitikberatkan pada sejumlah poin penting:
- Penyusunan konsep detail (masterplan) dan tata kelola zona eduwisata.
- Kesesuaian dengan regulasi dan pemetaan zonasi perlindungan lingkungan.
- Bentuk keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengelolaan harian.
Langkah kehati-hatian ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh rencana pengembangan tetap berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku, menjaga integritas kawasan hutan kota, dan terpenting, membawa dampak positif yang nyata bagi warga Pangkalpinang.(*)
- Penulis: redaksikabarkabarin@gmail.com









