Gubernur Babel Dorong Rumah Tony Wen Jadi Museum, PT Timah Diminta Hibahkan Aset Bersejarah
- account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 9
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Rumah eks kediaman tokoh nasional Tony Wen didorong untuk dialihfungsikan menjadi museum sejarah Bangka Belitung. Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani.
Hal itu mencuat saat Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka melakukan audiensi dengan Hidayat Arsani di Rumah Dinas Gubernur Babel, Kamis (1/10/2026), bertepatan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila.
Dalam audiensi tersebut, Ketua SMSI Kabupaten Bangka, Ahmad Wahyudi, menyampaikan tiga agenda yang berkaitan dengan sejarah dan penghargaan terhadap tokoh daerah.
Salah satunya adalah mendorong agar rumah eks kediaman Tony Wen dapat dimanfaatkan sebagai Museum Sejarah Bangka Belitung.
Menanggapi usulan tersebut, Hidayat mengatakan Pemerintah Provinsi Babel akan berkoordinasi dengan PT Timah Tbk selaku pihak yang berkaitan dengan aset tersebut.
Hidayat meminta agar peluang penghibahan aset tersebut dapat dibahas sehingga bangunan bersejarah itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Menurutnya, museum dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan perjalanan perjuangan tokoh-tokoh yang memiliki kaitan dengan Bangka Belitung.
Selain usulan museum, SMSI Bangka juga mendorong pengusulan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional pada 2027.
Langkah awal pengusulan tersebut akan dilakukan melalui Seminar Kepahlawanan Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Sungailiat pada 12 Oktober 2026.
SMSI Bangka menilai seminar tersebut dapat menjadi bagian dari rangkaian penguatan kajian dan dokumentasi sejarah mengenai perjuangan Tony Wen.
Tak hanya Tony Wen, SMSI Bangka turut mengusulkan tiga tokoh Bangka Belitung, yakni Hudarni Rani, Eko Maulana Ali, dan Rosman Djohan, untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah.
Pengusulan tersebut diarahkan bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Hidayat menyambut positif usulan tersebut. Ia menyebut gagasan pemberian penghargaan terhadap tokoh-tokoh daerah sebenarnya telah menjadi bagian dari pemikiran pemerintah daerah.
“Usulan ini sebenarnya sudah lama ada dalam pemikiran kita. Insyaallah pada momentum Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-26 nanti, ketiga tokoh tersebut akan diupayakan ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah,” ujar Hidayat.
Dalam audiensi tersebut, pembahasan tidak hanya berkaitan dengan sejarah. Hidayat juga mengajak SMSI Bangka dan insan pers untuk ikut mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Salah satunya terkait persoalan perkebunan dan kemitraan plasma PT Gunung Maras Lestari (GML) dengan sekitar 7.000 masyarakat.
Hidayat berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Ia menilai media memiliki posisi penting dalam mengawal pembangunan sekaligus menyampaikan informasi yang berimbang kepada publik.
Pertemuan tersebut sekaligus memperkuat ruang kolaborasi antara SMSI Bangka dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik dalam mengangkat kembali sejarah daerah maupun mengawal berbagai persoalan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi SMSI Bangka, upaya menjadikan rumah Tony Wen sebagai museum bukan sekadar menjaga bangunan lama, tetapi juga bagian dari ikhtiar merawat ingatan sejarah agar perjuangan tokoh-tokoh Bangka Belitung tetap dikenal oleh generasi mendatang. (Rel)
- Penulis: redaksikabarkabarin@gmail.com









