Kabar Terkini
light_mode
Beranda » Opini » Menanggalkan Curiga: Mengapa “Kita” Lebih Penting daripada “Aku” di Tengah Ketidakpastian Berbangsa dan Bernegara

Menanggalkan Curiga: Mengapa “Kita” Lebih Penting daripada “Aku” di Tengah Ketidakpastian Berbangsa dan Bernegara

  • account_circle Areng Permana
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 291
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKALPINANG, KABARKABARIN.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, masyarakat Indonesia dihadapkan pada tantangan besar berupa meningkatnya rasa saling curiga antar kelompok.

Fenomena ini semakin terlihat di berbagai ruang publik, mulai dari media sosial hingga percakapan sehari-hari, yang kerap dipenuhi narasi pemisah antara “kawan” dan “lawan” dibandingkan semangat untuk membangun masa depan bersama.

Direktur Eksekutif Walikopi Networking, Areng Permana, menilai kondisi tersebut menjadi salah satu ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, ketidakpastian yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan telah mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada kepentingan kelompok masing-masing dibandingkan kepentingan bersama.

Dalam kajian sosiologi, fenomena ini pernah dijelaskan oleh sosiolog Amerika, Robert Putnam, melalui konsep Modal Sosial (Social Capital). Putnam menegaskan bahwa masyarakat yang sehat membutuhkan kemampuan membangun jembatan kepercayaan antar kelompok yang berbeda atau yang dikenal sebagai bridging social capital.

“Ketika ketidakpastian meningkat, masyarakat cenderung menarik diri ke lingkungan yang dianggap sama dan aman. Akibatnya, ruang dialog antar kelompok semakin menyempit dan rasa saling percaya perlahan terkikis,” ujar Areng.

Ia menjelaskan bahwa tanpa adanya jembatan kepercayaan yang melintasi perbedaan identitas, bangsa akan kehilangan perekat sosial yang selama ini menjaga persatuan. Masyarakat berpotensi berubah menjadi kumpulan individu yang hidup dalam kecurigaan, bukan komunitas yang saling mendukung dan menguatkan.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Teori Identitas Sosial (Social Identity Theory) yang dikembangkan psikolog Henri Tajfel. Teori ini menjelaskan bahwa manusia secara alami cenderung mengelompokkan diri ke dalam kelompok tertentu (in-group) dan memandang kelompok lain sebagai pihak luar (out-group).

Menurut Areng, dalam situasi yang penuh ketidakpastian, kecenderungan tersebut semakin menguat. Masyarakat menjadi lebih mudah menerima narasi yang memuliakan kelompok sendiri sekaligus merendahkan kelompok lain. Kondisi inilah yang kemudian memicu lahirnya berbagai prasangka dan polarisasi sosial.

“Memahami teori-teori tersebut membuat kita sadar bahwa rasa curiga bukanlah takdir atau karakter bawaan manusia. Ia merupakan respons psikologis terhadap rasa takut dan ketidakpastian yang sedang dihadapi,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai membangun kembali kepercayaan sosial yang sempat terkikis. Salah satu caranya adalah dengan keluar dari ruang gema (echo chamber) yang hanya mempertemukan seseorang dengan pandangan yang sejalan dengannya.Areng menekankan pentingnya membangun dialog yang membumi dan terbuka dengan berbagai kelompok masyarakat.

Melalui dialog, masyarakat dapat belajar melihat seseorang bukan berdasarkan label identitasnya, melainkan sebagai sesama warga bangsa yang memiliki tujuan dan harapan yang sama.

“Bangsa ini tidak akan hancur karena perbedaan pendapat. Namun bangsa bisa karam ketika rasa percaya satu sama lain hilang. Mengelola ketidakpastian bukan berarti harus selalu sepakat, tetapi memiliki komitmen untuk tetap berdiri di atas tanah yang sama meski memiliki pandangan berbeda,” tegasnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, Areng meyakini bahwa solidaritas sosial tetap menjadi jangkar paling kokoh untuk menjaga persatuan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menanggalkan prasangka, memperkuat dialog, dan membangun kembali semangat kebersamaan.

“Sebab di dunia yang penuh ketidakpastian ini, hanya solidaritas yang mampu menjaga kita tetap kuat sebagai satu bangsa,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Tags
  • Penulis: Areng Permana
  • Editor: Idnas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Pelestarian Seni Rebana, PT TIMAH Bantu Grup AS-Saaddah Desa Lalang Belitung Timur

    Dukung Pelestarian Seni Rebana, PT TIMAH Bantu Grup AS-Saaddah Desa Lalang Belitung Timur

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 42
    • 0Komentar

    BELITUNG TIMUR, KABARKABARIN.COM — Pelestarian budaya dan seni tradisional masyarakat lokal terus menjadi perhatian PT TIMAH (Persero) Tbk melalui berbagai program sosial kemasyarakatan di wilayah operasional. Kali ini, PT TIMAH memberikan bantuan pengadaan alat musik rebana untuk Grup Rebana AS-Saaddah Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Senin (5/5/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung keberlangsungan […]

  • Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah

    Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ipsum nunc aliquet bibendum enim facilisis gravida. Fusce ut placerat orci nulla pellentesque dignissim. Faucibus a pellentesque sit amet. Semper quis lectus nulla at volutpat diam ut. Sapien eget mi proin sed libero enim sed faucibus […]

  • Revitalisasi Taman Timah Bukit Baru Hadirkan Ruang Rekreasi, Olahraga, dan Edukasi Keluarga

    Revitalisasi Taman Timah Bukit Baru Hadirkan Ruang Rekreasi, Olahraga, dan Edukasi Keluarga

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 9
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, KABARKABARIN.COM — PT TIMAH (Persero) Tbk kembali melakukan revitalisasi Taman Timah Bukit Baru di kawasan Bukit Baru, Komplek Timah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (16/8/2026). Peresmian revitalisasi ini dilaksanakan menyambut HUT ke-81 RI yang diawali dengan senam bersama, pembagian hadiah hingga sarapan bersama bagi pengunjung Taman Timah Bukit Baru yang dikelola PT […]

  • Kang Emil Ungkap Penanganan Kasus Herry Wirawan Sejak Mei: Semoga Dihukum Mati!

    Kang Emil Ungkap Penanganan Kasus Herry Wirawan Sejak Mei: Semoga Dihukum Mati!

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ipsum nunc aliquet bibendum enim facilisis gravida. Fusce ut placerat orci nulla pellentesque dignissim. Faucibus a pellentesque sit amet. Semper quis lectus nulla at volutpat diam ut. Sapien eget mi proin sed libero enim sed faucibus […]

  • Logo Daihatsu

    Belum Pakai CVT, Apa yang Ditakuti Daihatsu Indonesia?

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2018
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Hingga saat ini, PT Astra Daihatsu Motor belum mengadopsi teknologi continous variable transmission atau CVT pada mobil-mobil yang mereka jual di Indonesia. Padahal, beberapa pabrikan lain sudah mengadopsi teknologi tersebut. Lantas, apa alasan Daihatsu? Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra mengatakan, CVT akan membuat harga jual mobil Daihatsu menjadi kurang terjangkau. Tapi, tidak menutup kemungkinan ke […]

  • Tingkatkan Literasi Finansial, PT TIMAH Gelar Sosialisasi Investasi Emas Bersama Bank Syariah Indonesia 

    Tingkatkan Literasi Finansial, PT TIMAH Gelar Sosialisasi Investasi Emas Bersama Bank Syariah Indonesia 

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 77
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG, KABARKABARIN.COM — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder guna meningkatkan literasi dan pemahaman keuangan bagi karyawan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam kegiatan sosialisasi investasi emas bertajuk Ngopi Emas atau Ngobrol Pintar Investasi Emas yang digelar di Graha Timah, Selasa (9/5/2026). […]

expand_less