Kabar Terkini
light_mode
Beranda » Opini » Menanggalkan Curiga: Mengapa “Kita” Lebih Penting daripada “Aku” di Tengah Ketidakpastian Berbangsa dan Bernegara

Menanggalkan Curiga: Mengapa “Kita” Lebih Penting daripada “Aku” di Tengah Ketidakpastian Berbangsa dan Bernegara

  • account_circle Areng Permana
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 332
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan

PANGKALPINANG, KABARKABARIN.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, masyarakat Indonesia dihadapkan pada tantangan besar berupa meningkatnya rasa saling curiga antar kelompok.

Fenomena ini semakin terlihat di berbagai ruang publik, mulai dari media sosial hingga percakapan sehari-hari, yang kerap dipenuhi narasi pemisah antara “kawan” dan “lawan” dibandingkan semangat untuk membangun masa depan bersama.

Direktur Eksekutif Walikopi Networking, Areng Permana, menilai kondisi tersebut menjadi salah satu ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, ketidakpastian yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan telah mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada kepentingan kelompok masing-masing dibandingkan kepentingan bersama.

Dalam kajian sosiologi, fenomena ini pernah dijelaskan oleh sosiolog Amerika, Robert Putnam, melalui konsep Modal Sosial (Social Capital). Putnam menegaskan bahwa masyarakat yang sehat membutuhkan kemampuan membangun jembatan kepercayaan antar kelompok yang berbeda atau yang dikenal sebagai bridging social capital.

“Ketika ketidakpastian meningkat, masyarakat cenderung menarik diri ke lingkungan yang dianggap sama dan aman. Akibatnya, ruang dialog antar kelompok semakin menyempit dan rasa saling percaya perlahan terkikis,” ujar Areng.

Ia menjelaskan bahwa tanpa adanya jembatan kepercayaan yang melintasi perbedaan identitas, bangsa akan kehilangan perekat sosial yang selama ini menjaga persatuan. Masyarakat berpotensi berubah menjadi kumpulan individu yang hidup dalam kecurigaan, bukan komunitas yang saling mendukung dan menguatkan.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Teori Identitas Sosial (Social Identity Theory) yang dikembangkan psikolog Henri Tajfel. Teori ini menjelaskan bahwa manusia secara alami cenderung mengelompokkan diri ke dalam kelompok tertentu (in-group) dan memandang kelompok lain sebagai pihak luar (out-group).

Menurut Areng, dalam situasi yang penuh ketidakpastian, kecenderungan tersebut semakin menguat. Masyarakat menjadi lebih mudah menerima narasi yang memuliakan kelompok sendiri sekaligus merendahkan kelompok lain. Kondisi inilah yang kemudian memicu lahirnya berbagai prasangka dan polarisasi sosial.

“Memahami teori-teori tersebut membuat kita sadar bahwa rasa curiga bukanlah takdir atau karakter bawaan manusia. Ia merupakan respons psikologis terhadap rasa takut dan ketidakpastian yang sedang dihadapi,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai membangun kembali kepercayaan sosial yang sempat terkikis. Salah satu caranya adalah dengan keluar dari ruang gema (echo chamber) yang hanya mempertemukan seseorang dengan pandangan yang sejalan dengannya.Areng menekankan pentingnya membangun dialog yang membumi dan terbuka dengan berbagai kelompok masyarakat.

Melalui dialog, masyarakat dapat belajar melihat seseorang bukan berdasarkan label identitasnya, melainkan sebagai sesama warga bangsa yang memiliki tujuan dan harapan yang sama.

“Bangsa ini tidak akan hancur karena perbedaan pendapat. Namun bangsa bisa karam ketika rasa percaya satu sama lain hilang. Mengelola ketidakpastian bukan berarti harus selalu sepakat, tetapi memiliki komitmen untuk tetap berdiri di atas tanah yang sama meski memiliki pandangan berbeda,” tegasnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, Areng meyakini bahwa solidaritas sosial tetap menjadi jangkar paling kokoh untuk menjaga persatuan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menanggalkan prasangka, memperkuat dialog, dan membangun kembali semangat kebersamaan.

“Sebab di dunia yang penuh ketidakpastian ini, hanya solidaritas yang mampu menjaga kita tetap kuat sebagai satu bangsa,” pungkasnya.

Tags
  • Penulis: Areng Permana
  • Editor: Idnas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Dekade Berpisah, Alumni SMA Methodist 1 Palembang Angkatan 1990 Kembali Rajut Kebersamaan

    Tiga Dekade Berpisah, Alumni SMA Methodist 1 Palembang Angkatan 1990 Kembali Rajut Kebersamaan

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 105
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanPALEMBANG, KABARKABARIN.COM – Persahabatan yang telah terjalin sejak masa sekolah kembali menghangat dalam acara Temu Kangen dan Silaturahmi Alumni SMA Methodist 1 Palembang Angkatan 1990 yang digelar di Gardenta Cafe dan Resto, Jalan Sosial No. 80 KM 5 Palembang, Sabtu (30/5/2026). Mengusung tema “Sepi Bukan Berarti Hilang, Diam Bukan Berarti Lupa, Jauh Bukan Berarti Putus”, […]

  • SMSI Babel Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Antar Anggota

    SMSI Babel Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Antar Anggota

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 92
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanPANGKALPINANG, KABARKABARIN.COM — Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial antaranggota organisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman orang tua Sekretaris SMSI Babel, Bardian, yang berada di Jalan Gurame I, Kamis (28/5/2026). Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, SMSI Babel menerima bantuan satu ekor […]

  • Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Aksi Sosial INTI Babel Pada Momentum Hardiknas 2026

    Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Aksi Sosial INTI Babel Pada Momentum Hardiknas 2026

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 47
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanKABARKABARIN.COM – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menghadiri kegiatan pembagian alat tulis bagi pelajar kurang mampu dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diselenggarakan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bangka Belitung di Bangka City Hotel, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Asisten Pemerintahan Setda Kota Pangkalpinang Agus Fendi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Erwandi, […]

  • 1332 Peserta Lulus SNBT 2026 di UBB, Rektor Sambut Generasi Baru Mahasiswa Indonesia

    1332 Peserta Lulus SNBT 2026 di UBB, Rektor Sambut Generasi Baru Mahasiswa Indonesia

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 68
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanBANGKA, KABARKABARIN.COM — Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada 1.332 peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026 pada Senin (25/05/2026). Hasil seleksi tersebut diumumkan secara nasional pukul 15.00 WIB melalui laman resmi SNPMB dan portal penerimaan mahasiswa baru UBB. Sebanyak 1.332 calon mahasiswa baru diterima […]

  • Gubernur Babel Hidayat Arsani Raih Penghargaan Terbaik 1 Validitas Data Pendidikan Nasional

    Gubernur Babel Hidayat Arsani Raih Penghargaan Terbaik 1 Validitas Data Pendidikan Nasional

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 107
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanJAKARTA, KABARKABARIN.COM – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, Gubernur Babel Hidayat Arsani menerima penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Kategori Provinsi dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validitas Terbaik) sebagai Terbaik 1, mengungguli Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Barat. Penghargaan bergengsi ini […]

  • PAW Anggota DPRD Bangka Mulai Berproses, Ruswanda Disiapkan Gantikan Almarhum Massuri

    PAW Anggota DPRD Bangka Mulai Berproses, Ruswanda Disiapkan Gantikan Almarhum Massuri

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 12
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanBANGKA, KABARKABARIN.COM — Kursi anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Fraksi Partai Gerindra yang ditinggalkan almarhum Massuri, S.T., menyusul wafatnya pada 30 Juli 2026, tengah diproses untuk dilakukan Pergantian Antarwaktu (PAW). Nama Ruswanda, S.Pd. menjadi calon pengganti yang berada pada urutan berikutnya berdasarkan perolehan suara sah Pemilu 2024 untuk Partai Gerindra di Daerah Pemilihan (Dapil) Bangka […]

expand_less