Kabar Terkini
light_mode
Beranda » Opini » Menanggalkan Curiga: Mengapa “Kita” Lebih Penting daripada “Aku” di Tengah Ketidakpastian Berbangsa dan Bernegara

Menanggalkan Curiga: Mengapa “Kita” Lebih Penting daripada “Aku” di Tengah Ketidakpastian Berbangsa dan Bernegara

  • account_circle Areng Permana
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 292
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANGKALPINANG, KABARKABARIN.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, masyarakat Indonesia dihadapkan pada tantangan besar berupa meningkatnya rasa saling curiga antar kelompok.

Fenomena ini semakin terlihat di berbagai ruang publik, mulai dari media sosial hingga percakapan sehari-hari, yang kerap dipenuhi narasi pemisah antara “kawan” dan “lawan” dibandingkan semangat untuk membangun masa depan bersama.

Direktur Eksekutif Walikopi Networking, Areng Permana, menilai kondisi tersebut menjadi salah satu ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, ketidakpastian yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan telah mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada kepentingan kelompok masing-masing dibandingkan kepentingan bersama.

Dalam kajian sosiologi, fenomena ini pernah dijelaskan oleh sosiolog Amerika, Robert Putnam, melalui konsep Modal Sosial (Social Capital). Putnam menegaskan bahwa masyarakat yang sehat membutuhkan kemampuan membangun jembatan kepercayaan antar kelompok yang berbeda atau yang dikenal sebagai bridging social capital.

“Ketika ketidakpastian meningkat, masyarakat cenderung menarik diri ke lingkungan yang dianggap sama dan aman. Akibatnya, ruang dialog antar kelompok semakin menyempit dan rasa saling percaya perlahan terkikis,” ujar Areng.

Ia menjelaskan bahwa tanpa adanya jembatan kepercayaan yang melintasi perbedaan identitas, bangsa akan kehilangan perekat sosial yang selama ini menjaga persatuan. Masyarakat berpotensi berubah menjadi kumpulan individu yang hidup dalam kecurigaan, bukan komunitas yang saling mendukung dan menguatkan.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Teori Identitas Sosial (Social Identity Theory) yang dikembangkan psikolog Henri Tajfel. Teori ini menjelaskan bahwa manusia secara alami cenderung mengelompokkan diri ke dalam kelompok tertentu (in-group) dan memandang kelompok lain sebagai pihak luar (out-group).

Menurut Areng, dalam situasi yang penuh ketidakpastian, kecenderungan tersebut semakin menguat. Masyarakat menjadi lebih mudah menerima narasi yang memuliakan kelompok sendiri sekaligus merendahkan kelompok lain. Kondisi inilah yang kemudian memicu lahirnya berbagai prasangka dan polarisasi sosial.

“Memahami teori-teori tersebut membuat kita sadar bahwa rasa curiga bukanlah takdir atau karakter bawaan manusia. Ia merupakan respons psikologis terhadap rasa takut dan ketidakpastian yang sedang dihadapi,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai membangun kembali kepercayaan sosial yang sempat terkikis. Salah satu caranya adalah dengan keluar dari ruang gema (echo chamber) yang hanya mempertemukan seseorang dengan pandangan yang sejalan dengannya.Areng menekankan pentingnya membangun dialog yang membumi dan terbuka dengan berbagai kelompok masyarakat.

Melalui dialog, masyarakat dapat belajar melihat seseorang bukan berdasarkan label identitasnya, melainkan sebagai sesama warga bangsa yang memiliki tujuan dan harapan yang sama.

“Bangsa ini tidak akan hancur karena perbedaan pendapat. Namun bangsa bisa karam ketika rasa percaya satu sama lain hilang. Mengelola ketidakpastian bukan berarti harus selalu sepakat, tetapi memiliki komitmen untuk tetap berdiri di atas tanah yang sama meski memiliki pandangan berbeda,” tegasnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, Areng meyakini bahwa solidaritas sosial tetap menjadi jangkar paling kokoh untuk menjaga persatuan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menanggalkan prasangka, memperkuat dialog, dan membangun kembali semangat kebersamaan.

“Sebab di dunia yang penuh ketidakpastian ini, hanya solidaritas yang mampu menjaga kita tetap kuat sebagai satu bangsa,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Tags
  • Penulis: Areng Permana
  • Editor: Idnas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Aksi Sosial INTI Babel Pada Momentum Hardiknas 2026

    Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Aksi Sosial INTI Babel Pada Momentum Hardiknas 2026

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KABARKABARIN.COM – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menghadiri kegiatan pembagian alat tulis bagi pelajar kurang mampu dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diselenggarakan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bangka Belitung di Bangka City Hotel, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Asisten Pemerintahan Setda Kota Pangkalpinang Agus Fendi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Erwandi, […]

  • Geger Kolor Ijo Probolinggo

    Geger Kolor Ijo Probolinggo

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ipsum nunc aliquet bibendum enim facilisis gravida. Fusce ut placerat orci nulla pellentesque dignissim. Faucibus a pellentesque sit amet. Semper quis lectus nulla at volutpat diam ut. Sapien eget mi proin sed libero enim sed faucibus […]

  • JKM OC FunRace 4 Resmi Berakhir, Hadian Hendrayana dan Robin Raih Gelar Juara di Kelas DDR5 dan DDR4

    JKM OC FunRace 4 Resmi Berakhir, Hadian Hendrayana dan Robin Raih Gelar Juara di Kelas DDR5 dan DDR4

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 297
    • 0Komentar

    JAKARTA, KABARKABARIN.COM – Kompetisi overclocking JKM OC FunRace 4 resmi berakhir dengan menghadirkan persaingan yang ketat di dua kategori utama, yakni DDR5 Class dan DDR4 Class. Ajang yang mempertemukan para overclocker dari berbagai daerah di Indonesia ini kembali menjadi wadah bagi komunitas untuk menguji kemampuan dalam mengoptimalkan performa memori melalui teknik tuning dan benchmarking. Pada […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 512
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Gubernur Hidayat Arsani Serahkan Lahan untuk Fakultas Kedokteran UBB

    Gubernur Hidayat Arsani Serahkan Lahan untuk Fakultas Kedokteran UBB

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 98
    • 0Komentar

    JAKARTA, KABARKABARIN.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menyerahkan hibah tanah seluas 2,7 hektar yang terletak di samping RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan akan dikelola oleh Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Perjanjian Hibah […]

  • Astranauts 2026: Akselerasi Transformasi Digital dan Efisiensi untuk Memperkuat Ekonomi Nasional

    Astranauts 2026: Akselerasi Transformasi Digital dan Efisiensi untuk Memperkuat Ekonomi Nasional

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 59
    • 0Komentar

    JAKARTA, KABARKABARIN.COM – Astra kembali menyelenggarakan Astranauts 2026, kompetisi inovasi digital dan konferensi teknologi berskala nasional dari Astra. Program tahunan ini bertujuan untuk menjaring ide-ide segar dan solusi inovatif yang dapat menjawab tantangan bisnis nyata dan memberikan dampak untuk ekonomi digital Indonesia. Tahun ini, Astranauts mengusung tema “ACCELERATE 2026: From Pilot to Business Transformation, Boosting Efficiency and Unlocking New […]

expand_less