Kabar Terkini
light_mode
Beranda » Opini » Menanggalkan Curiga: Mengapa “Kita” Lebih Penting daripada “Aku” di Tengah Ketidakpastian Berbangsa dan Bernegara

Menanggalkan Curiga: Mengapa “Kita” Lebih Penting daripada “Aku” di Tengah Ketidakpastian Berbangsa dan Bernegara

  • account_circle Areng Permana
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 333
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagikan

PANGKALPINANG, KABARKABARIN.COM – Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, masyarakat Indonesia dihadapkan pada tantangan besar berupa meningkatnya rasa saling curiga antar kelompok.

Fenomena ini semakin terlihat di berbagai ruang publik, mulai dari media sosial hingga percakapan sehari-hari, yang kerap dipenuhi narasi pemisah antara “kawan” dan “lawan” dibandingkan semangat untuk membangun masa depan bersama.

Direktur Eksekutif Walikopi Networking, Areng Permana, menilai kondisi tersebut menjadi salah satu ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, ketidakpastian yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan telah mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada kepentingan kelompok masing-masing dibandingkan kepentingan bersama.

Dalam kajian sosiologi, fenomena ini pernah dijelaskan oleh sosiolog Amerika, Robert Putnam, melalui konsep Modal Sosial (Social Capital). Putnam menegaskan bahwa masyarakat yang sehat membutuhkan kemampuan membangun jembatan kepercayaan antar kelompok yang berbeda atau yang dikenal sebagai bridging social capital.

“Ketika ketidakpastian meningkat, masyarakat cenderung menarik diri ke lingkungan yang dianggap sama dan aman. Akibatnya, ruang dialog antar kelompok semakin menyempit dan rasa saling percaya perlahan terkikis,” ujar Areng.

Ia menjelaskan bahwa tanpa adanya jembatan kepercayaan yang melintasi perbedaan identitas, bangsa akan kehilangan perekat sosial yang selama ini menjaga persatuan. Masyarakat berpotensi berubah menjadi kumpulan individu yang hidup dalam kecurigaan, bukan komunitas yang saling mendukung dan menguatkan.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Teori Identitas Sosial (Social Identity Theory) yang dikembangkan psikolog Henri Tajfel. Teori ini menjelaskan bahwa manusia secara alami cenderung mengelompokkan diri ke dalam kelompok tertentu (in-group) dan memandang kelompok lain sebagai pihak luar (out-group).

Menurut Areng, dalam situasi yang penuh ketidakpastian, kecenderungan tersebut semakin menguat. Masyarakat menjadi lebih mudah menerima narasi yang memuliakan kelompok sendiri sekaligus merendahkan kelompok lain. Kondisi inilah yang kemudian memicu lahirnya berbagai prasangka dan polarisasi sosial.

“Memahami teori-teori tersebut membuat kita sadar bahwa rasa curiga bukanlah takdir atau karakter bawaan manusia. Ia merupakan respons psikologis terhadap rasa takut dan ketidakpastian yang sedang dihadapi,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai membangun kembali kepercayaan sosial yang sempat terkikis. Salah satu caranya adalah dengan keluar dari ruang gema (echo chamber) yang hanya mempertemukan seseorang dengan pandangan yang sejalan dengannya.Areng menekankan pentingnya membangun dialog yang membumi dan terbuka dengan berbagai kelompok masyarakat.

Melalui dialog, masyarakat dapat belajar melihat seseorang bukan berdasarkan label identitasnya, melainkan sebagai sesama warga bangsa yang memiliki tujuan dan harapan yang sama.

“Bangsa ini tidak akan hancur karena perbedaan pendapat. Namun bangsa bisa karam ketika rasa percaya satu sama lain hilang. Mengelola ketidakpastian bukan berarti harus selalu sepakat, tetapi memiliki komitmen untuk tetap berdiri di atas tanah yang sama meski memiliki pandangan berbeda,” tegasnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, Areng meyakini bahwa solidaritas sosial tetap menjadi jangkar paling kokoh untuk menjaga persatuan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menanggalkan prasangka, memperkuat dialog, dan membangun kembali semangat kebersamaan.

“Sebab di dunia yang penuh ketidakpastian ini, hanya solidaritas yang mampu menjaga kita tetap kuat sebagai satu bangsa,” pungkasnya.

Tags
  • Penulis: Areng Permana
  • Editor: Idnas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah 10 Finalis 17th SATU Indonesia Awards 2026

    Inilah 10 Finalis 17th SATU Indonesia Awards 2026

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 8
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanJAKARTA, KABARKABARIN.COM – Setelah melalui proses penjaringan dan seleksi oleh dewan juri, Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards menetapkan 10 finalis program yang tahun ini memasuki penyelenggaraan yang ke-17. Mereka akan memasuki tahap penjurian akhir sebelum nanti ditetapkan sebagai yang terbaik. Kesepuluh finalis terpilih menghadirkan beragam inisiatif yang mencerminkan semangat “Berkarya dan Tumbuh Bersama […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 372
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanSmart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Kolaborasi Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat, PT TIMAH Bahas Pembaharuan RIPPM untuk Masyarakat Bangka Tengah

    Kolaborasi Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat, PT TIMAH Bahas Pembaharuan RIPPM untuk Masyarakat Bangka Tengah

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 74
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanBANGKA TENGAH, KABARKABARIN.COM — Upaya memperkuat program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) terus dilakukan PT TIMAH (Persero) Tbk melalui pembahasan pembaharuan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) di Kabupaten Bangka Tengah. Pembahasan tersebut dilaksanakan dalam Forum Group Discussion (FGD) Konsultasi Multi Pihak Penyusunan RIPPM yang digelar di Ruang Rapat VVIP Kantor Bupati Bangka Tengah, […]

  • Areng Permana Apresiasi Amanah Baru Syarli Nopriansyah Sebagai Plh Sekda Pangkalpinang

    Areng Permana Apresiasi Amanah Baru Syarli Nopriansyah Sebagai Plh Sekda Pangkalpinang

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 17
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanPANGKALPINANG, KABARKABARIN.COM — Penunjukan Syarli Nopriansyah, S.STP., M.P., sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang mendapat ucapan selamat dari CEO Walikopi Networking, Areng Permana. Areng menilai amanah baru yang diberikan kepada Syarli menjadi bagian penting dalam memperkuat jalannya roda pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Selamat dan sukses kepada Pak Syarli Nopriansyah […]

  • Wali Kota Saparudin Lantik Pejabat Eselon II, Tekankan Integritas dan Percepatan Pelayanan Publik

    Wali Kota Saparudin Lantik Pejabat Eselon II, Tekankan Integritas dan Percepatan Pelayanan Publik

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 55
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanPANGKALPINANG, KATABABEL.COM – Saparudin resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, para kepala Organisasi Perangkat Daerah […]

  • DPRD Babel Berhasil Perjuangkan Hak Masyarakat, PT GML Alokasikan Lahan Plasma untuk 8 Desa

    DPRD Babel Berhasil Perjuangkan Hak Masyarakat, PT GML Alokasikan Lahan Plasma untuk 8 Desa

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
    • visibility 6
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanBAKAM, KABARKABARIN.COM- Perjuangan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam mengawal aspirasi masyarakat terkait pemenuhan hak atas lahan plasma akhirnya membuahkan hasil. PT Gunung Maras Lestari (GML) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pembangunan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit dengan pola kemitraan inti-plasma bersama masyarakat melalui delapan koperasi desa, Selasa (29/9/2026). Ketua DPRD Babel, Didit […]

expand_less