100 Mahasiswa Pertanian UBB Terima Beasiswa dari Yayasan Merah Putih Gubernur Harapkan Pengembangan Sektor Pertanian
- account_circle redaksikabarkabarin@gmail.com
- calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
- visibility 4
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANGKA, KATABABEL.COM – Komitmen memperkuat sumber daya manusia di bidang pertanian terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebanyak 100 beasiswa diberikan kepada mahasiswa Jurusan Pertanian Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB) sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan dan pengembangan generasi muda pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Beasiswa tersebut oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, kepada Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., dalam kegiatan yang berlangsung di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Kabupaten Bangka, Rabu (2/9/2026).
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 100 mahasiswa FPPK UBB, khususnya untuk mendukung keberlanjutan pendidikan dan pengembangan kapasitas mahasiswa yang dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul di bidang pertanian. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (H.C.) Hidayat Arsani, S.E. juga menyerahkan bantuan beasiswa kerja sama tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada 73 mahasiswa dengan total bantuan sebesar Rp195.000.000.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut memberikan bantuan sosial (bansos) pendidikan kepada dua mahasiswa, yakni Nabila Deviya Sari sebesar Rp7.000.000 dan Apriyadi Safutra sebesar Rp6.250.000. Berbagai bantuan tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memperluas akses pendidikan, mendukung keberlanjutan studi mahasiswa, serta membantu meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa dan keluarga. Masih dalam rangkaian kegiatan tersebut, Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Yayasan JHL Merah Putih Kasih juga melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara UBB dan Yayasan JHL Merah Putih Kasih, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas mahasiswa, serta penguatan sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi dapat berkembang melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat, termasuk pengembangan potensi sektor pertanian, kewirausahaan, inovasi, dan penguatan kompetensi mahasiswa.
Rektor UBB Ibrahim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jerry Hermawan Lo selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih atas kepedulian dan dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UBB. Menurutnya, pemberian beasiswa dalam jumlah besar ini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi UBB. Bahkan, untuk pertama kalinya sebuah lembaga yang berorientasi pada dunia industri dan perekonomian memberikan dukungan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar kepada mahasiswa Universitas Bangka Belitung.
“Ini merupakan suatu hal yang luar biasa bagi UBB. Untuk pertama kalinya, lembaga yang bergerak dan berorientasi pada industri serta perekonomian memberikan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar kepada mahasiswa Universitas Bangka Belitung,” ujar Ibrahim. Ia mengatakan, dukungan tersebut juga memberikan pelajaran penting bahwa pendidikan tetap memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk keberhasilan seseorang.
Menurut Ibrahim, memang terdapat orang-orang yang mampu belajar secara autodidak dan berhasil dalam kehidupannya. Namun, jumlah orang yang berhasil melalui jalur tersebut relatif kecil. Sebagian besar orang yang berhasil justru memperoleh fondasi pengetahuan, kompetensi, dan pembentukan karakter melalui dunia pendidikan. “Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan sangat penting. Pendidikan bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kompetensi, karakter, cara berpikir, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan,” katanya.
Ia menambahkan, beasiswa yang diberikan tidak semata-mata dipandang sebagai bantuan untuk meringankan biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga sebagai investasi terhadap sumber daya manusia. Terlebih, mahasiswa FPPK memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan pertanian di Bangka Belitung.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (H.C.) Hidayat Arsani, S.E., menyampaikan rasa terima kasih sekaligus kebanggaannya atas kehadiran Jerry Hermawan Lo yang turut memberikan perhatian terhadap pendidikan mahasiswa di Bangka Belitung.
Ia menilai pemberian beasiswa tersebut akan membantu meringankan beban orang tua mahasiswa dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka. “Saya mengucapkan terima kasih dan merasa bangga karena Pak Jerry telah datang dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa. Bantuan ini tentu sangat membantu dan dapat meringankan beban orang tua mahasiswa,” ujar Hidayat Arsani. Hidayat juga menegaskan bahwa dukungan terhadap mahasiswa tidak berhenti pada pemberian beasiswa. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kata dia, ke depan akan mendorong pembangunan kebun percontohan bagi mahasiswa.
Kebun percontohan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami pertanian melalui teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung. “Ke depan kita akan membuat kebun percontohan untuk mahasiswa. Jadi mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan bagaimana mengelola pertanian,” katanya. Menurut Hidayat, langkah tersebut penting agar mahasiswa pertanian tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku dan penggerak sektor pertanian.
Mahasiswa didorong untuk mampu mengembangkan usaha, melahirkan inovasi, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan di bidang pertanian.
“Mahasiswa jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan. Kita ingin mereka menjadi pelaku pertanian, mampu berusaha, berinovasi, dan kalau bisa justru menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Di sisi lain, Jerry Hermawan Lo menyampaikan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan dan dukungan beasiswa harus dimanfaatkan mahasiswa sebaik mungkin. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kesempatan, tetapi juga oleh bagaimana seseorang menjalani proses untuk mencapai tujuan. Jerry memperkenalkan prinsip yang disebutnya sebagai “Panca Krida”, yakni lima hal yang menjadi prinsip dalam meraih keberhasilan. “Yang pertama adalah kesempatan, yang kedua kerja keras, yang ketiga kerja cerdas, yang keempat kerja tuntas, dan yang kelima loyalitas,” ujar Jerry.
Ia berharap mahasiswa penerima beasiswa mampu menjadikan kesempatan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Kesempatan memperoleh pendidikan, menurutnya, harus disertai dengan kerja keras dan kerja cerdas agar setiap proses yang dijalani dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu, loyalitas juga menjadi nilai penting dalam membangun karakter dan keberhasilan seseorang. Pemberian berbagai bantuan pendidikan serta penandatanganan MoU dan PKS tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, UBB, serta Yayasan JHL Merah Putih Kasih dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Bagi UBB, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan mahasiswa FPPK sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan untuk mengembangkan sektor pertanian. Ke depan, sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk dukungan pendidikan, tetapi juga berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pertanian berbasis inovasi, kewirausahaan, teknologi, dan kebutuhan dunia industri.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha, inovator, sekaligus penggerak pembangunan pertanian dan ekonomi di Bangka Belitung.(*Adv)
- Penulis: redaksikabarkabarin@gmail.com




